A. Tentang GP. Ansor
Organisasi GP. Ansor merupakan kelanjutan dari ANSORU NAHDLATIL OELAMA (ANO). Organisasi ini didirikan pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau bertepatan dengan tanggal 24 April 1934 di Banyuwangi Jawa Timur.
GP. Ansor beraqidah Islam Ahlusunnah Wal Jama’ah dgn Menempuh Manhaj dalam bidang fiqih salah satu madzhab empat Hanafi, Maliki, syafi’i atau Hambali. Abu Hasan Al Asy’ari dan Abu Mansur Maturidi manhaj dlm bidang teologi. Al Ghazali dan Junaidi Al Baghdadi manhaj dalam bidang tasawuf . Al Mawardi manhaj dalam bidang siyasi.
B. Tujuan
1. Membentuk dan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa yang tangguh memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh Swt, berkepribadian luhur, berakhlaq mulia, sehat, terampil, patriotik, ikhlas dan beramal shalih.
2. Menegakkan ajaran Islam Ahlusunnah wal Jama’ah dengan menempuh manhaj salah satu madzhab empat empat didalam wadah NKRI.
3. Berperan secara aktif dan kritis dalam pembangunan nasional demi terwujudnya cita – cita kemerdekaan Indonesia yang berkeadilan berkemakmuran, berkemanusiaan, dan bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia yang diridhai Alloh Swt.
C. Arti Lambang Gerakan
1. Segitiga garis alas berarti tauhid, garis sisi kanan berarti fiqih dan garis sisi kiri berarti tasawwuf.
2. Segitiga sama sisi keseimbangan pelaksanaan ajaran Islam Ahlu Sunnah Wal Jama’ah yang meliputi Iman, Islam, dan Ihsan atau ilmu tauhid, ilmu fiqih dan ilmu tasawwuf.
3. Garis tebal sebelah luar dan tipis sebelah dalam pada sisi segi tiga berarti keserasian dan keharmonisan hubungan antara pemimpin (garis tebal) dan yang dipimpin (garis tipis).
4. Warna hijau berarti kedamaian, kebenaran dan kesejahteraan.
5. Bulan sabit berarti kepemudaan.
6. Sembilan bintang
a. Satu yang besar berarti Sunnah Rasulullah.
b. Empat bintang di sebelah kanan berarti sahabat Nabi.
c. Empat bintang di sebelah kiri berarti Madzhab yang empat.
7. Tiga sinar ke bawah berarti pancaran cahaya dasar – dasar agama yaitu Iman, Islam dan Ihsan yang terhujam dalam jiwa dan hati.
8. Lima sinar ke atas berarti manifestasi pelaksanaan terhadap rukun Islam yang lima khususnya shalat lima waktu.
9. Jumlah sinar yang delapan berarti juga pancaran semangat juang dari delapan ashabul kahfi dalam menegakkan hak dan keadilan, menentang kebathilan dan kedzaliman serta pengembangan agama Alloh ke delapan penjuru mata angin.
10. Tulisan ANSOR (huruf besar ditulis tebal) berarti ketegasan sikap dan pendirian.
Sunday, November 21, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment